Postingan

Kesedihan yang Aneh dan Tak Bisa Dijelaskan

Kesedihan mendalam akan suatu hal yang tidak jelas apa itu. Sunyi, kelam, menyiksa.

Tidak Lagi Terluka, Tapi Juga Belum Pulih

Suatu hari, ada seorang pemuda berusia awal dua puluhan yang merasa bangga akhirnya menjadi bagian dari sebuah komunitas kecil. Sejak lama ia tidak pernah benar-benar merasa diterima di lingkungan mana pun. Karena itu, ketika komunitas tersebut memberinya ruang, ia menggantungkan banyak harapan di sana. Ia berusaha tampil baik-baik saja, ramah, dan menyenangkan, meski di dalam dirinya ada banyak luka yang tidak pernah ia ceritakan. Namun waktu berjalan, dan dinamika sosial tidak selalu berpihak. Di dalam komunitas itu, pemuda tersebut menyimpan ketertarikan pada seorang pemudi yang juga menjadi anggota. Ia sempat menyatakan perasaannya, meskipun mengetahui bahwa pemudi itu telah memiliki kekasih. Penolakan pun terjadi, disertai ketidaknyamanan yang perlahan tumbuh di antara mereka. Setelah kejadian itu, pemuda tersebut sering mengekspresikan perasaannya lewat status WhatsApp dan unggahan Instagram. Unggahan-unggahan itu tidak menyebut nama siapa pun, tetapi bernuansa sedih, kecewa, dan...

Bukannya tidak bisa, tapi tidak mau

Loker ada, waktu ada, niatnya yang tidak ada. Begitulah yang saya pikirkan ketika melihat lowongan pekerjaan pagi ini. Sebenarnya, saya ini maunya apa? Hanya mau duit tanpa kerja? Atau hanya mau pekerjaan yang benar-benar saya nikmati terserah berapa duitnya? Kata dokter semua hal baik, sebaiknya dibiasakan dan diusahakan. Tapi saya takut. Tapi saya peragu. Tapi saya, tapi, tapi, tapi.... Saya tidak benar-benar mengenal tujuan hidup saya.

Bangun Pagi = Mood Bagus!

Hari ini saya mengawali hari dengan bangun pagi. Jalan santai, jajan, produktif menghasilkan konten, ke pasar, memasak, membaca buku, bahkan bisa mandi dan tidur siang. Ternyata, ada hari semenyenangkan ini. Kalau dikasih rate sih, 10/10. Asik sekali!

To Be Healed Is to Let Go

Kono kanji wa fushigi desu. Shikashi wakatta. Tsuyoku naru tame ni ganbarimasu. Atarashii jinsei ga mada aru. Shiawase na jinsei mo aru. Susunde ike. (Perasaan ini aneh, tapi aku mulai mengerti. Aku akan berusaha menjadi lebih kuat. Masih ada hidup baru, dan ada juga hidup yang bahagia. Terus maju.) – rikusannn Setelah sekian lama, saya kembali memutuskan membaca Alkitab —itu juga awalnya karena mengikuti event doa puasa— . Tetapi ketika menyiapkan hati dengan baik, benih itu ternyata bisa tumbuh di tanah yang subur. Hari ini, firman-Nya mengajarkan saya tentang mengampuni.  ……dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami - Matius 6:12 (TB) Sontak saya termenung saat membaca kutipan ayat yang sangat terkenal dan sudah sering saya baca ini. Kali ini rasanya seperti baru pertama kali membaca dan tersadar bahwa ada hal yang belum selesai dalam diri saya dan harus saya lepaskan. Saya tahu benar, jauh di lubuk hati, saya pernah sa...

Trigger

Beberapa hari yang lalu, laptop saya mengalami error di bagian network, di mana logo Wi-Fi saya hilang. Sudah saya coba semua cara di YouTube namun tidak ada yang berhasil. Akhirnya, saya membeli USB Wi-Fi adaptor. Setelah saya membelinya, eh, belum terpakai USB itu, laptop saya sudah kembali normal. Memang aneh, tapi buang-buang duit. Satu hal yang saya pelajari adalah terkadang sesuatu itu butuh trigger untuk kembali berfungsi normal. Seperti USB yang mentrigger driver Wi-Fi asli, manusia pun sama. Saya bukan malas, saya hanya butuh dorongan yang membuat saya kembali melesat seperti anak panah yang kian menjulang ke langit. Ya, masa-masa muda seharusnya tidak disia-siakan dengan menghukum diri sendiri di kamar, menjadi seorang NEET. Apa yang harus dilakukan ketika merasa tidak berguna? Ingatlah hal ini: Kamu berharga, kamu punya mimpi, kamu punya tujuan. Mari, perhatikanlah hidupmu dengan seksama sehingga kamu tahu menghitung hari-harimu dan memperoleh hati yang bijaksana.

Snooze (Ingin Produktif)

Saya ingin produktif namun tidak tahu bagaimana caranya. Seperti terjebak di 'lingkaran setan'. Rutinitas ini sudah agak membosankan. Makan, game, web series, tidur, makan lagi, dst. Manusia diciptakan untuk produktif, menghasilkan 'buah'. Artinya bekerja adalah suatu keharusan untuk melepaskan energi yang tertumpuk. Jujur, saya ingin belajar bahasa Jepang karena itu membuat saya senang. Saya juga ingin membuat lagu sendiri sebagai suatu karya seni yang menyenangkan. Tetapi tujuan jangka panjangnya tidak ada. Hanya mencari kesenangan, lalu ketika mengalami kesulitan saya pasti akan lari. Saya butuh komitmen dan konsistensi. Menulis blog ini hanya salah satu cara saya melepas penat. Apa yang harus saya lakukan selanjutnya? Berapa lama proses pemulihan saya berlangsung? Mengapa saya merasa hidup hambar dan hampa? Menjalani hidup sehat seperti olahraga saja saya masih enggan. Entah kapan saya siap. Tidak ada yang tahu. Tetapi kesakitan ini, seperti alarm yang membuat saya ...