Suatu hari, ada seorang pemuda berusia awal dua puluhan yang merasa bangga akhirnya menjadi bagian dari sebuah komunitas kecil. Sejak lama ia tidak pernah benar-benar merasa diterima di lingkungan mana pun. Karena itu, ketika komunitas tersebut memberinya ruang, ia menggantungkan banyak harapan di sana. Ia berusaha tampil baik-baik saja, ramah, dan menyenangkan, meski di dalam dirinya ada banyak luka yang tidak pernah ia ceritakan. Namun waktu berjalan, dan dinamika sosial tidak selalu berpihak. Di dalam komunitas itu, pemuda tersebut menyimpan ketertarikan pada seorang pemudi yang juga menjadi anggota. Ia sempat menyatakan perasaannya, meskipun mengetahui bahwa pemudi itu telah memiliki kekasih. Penolakan pun terjadi, disertai ketidaknyamanan yang perlahan tumbuh di antara mereka. Setelah kejadian itu, pemuda tersebut sering mengekspresikan perasaannya lewat status WhatsApp dan unggahan Instagram. Unggahan-unggahan itu tidak menyebut nama siapa pun, tetapi bernuansa sedih, kecewa, dan...
Saya tidak mengerti apa yang membuat saya tergerak menulis lagi kali ini. Mungkin, sebuah rasa bosan yang sangat besar, atau keinginan mendapatkan kontrol dan lari dari realita? Baru saja saya kehilangan pekerjaan pertama saya karena memutuskan untuk tidak memperpanjang masa kontrak. Rasanya seperti terbangun dari mimpi yang sangat panjang. Satu tahun bagi saya belum cukup untuk belajar hal-hal baru di tempat itu, namun bekerja bersama rekan yang bossy dan agak membuli membuat saya muak. Saya muak. Pada akhirnya, saya keluar selagi ada kesempatan. Kini sudah bosan, padahal baru seminggu tidak berkantor lagi. Mulai membangun bisnis bersama teman yang saya tahu itu cuman pelarian. Menamatkan film dan game yang itu-itu saja. Saya benar-benar bosan. Ingin sekali belajar hal baru di dunia ini dan melakukan banyak hal menyenangkan--saya harap saya bisa--. Namun kenyataannya saya selalu berlari, tidak pernah berhenti dari sesuatu yang entah apa sepertinya mengejar saya. Mau mati rasanya. Semu...
Kono kanji wa fushigi desu. Shikashi wakatta. Tsuyoku naru tame ni ganbarimasu. Atarashii jinsei ga mada aru. Shiawase na jinsei mo aru. Susunde ike. (Perasaan ini aneh, tapi aku mulai mengerti. Aku akan berusaha menjadi lebih kuat. Masih ada hidup baru, dan ada juga hidup yang bahagia. Terus maju.) – rikusannn Setelah sekian lama, saya kembali memutuskan membaca Alkitab —itu juga awalnya karena mengikuti event doa puasa— . Tetapi ketika menyiapkan hati dengan baik, benih itu ternyata bisa tumbuh di tanah yang subur. Hari ini, firman-Nya mengajarkan saya tentang mengampuni. ……dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami - Matius 6:12 (TB) Sontak saya termenung saat membaca kutipan ayat yang sangat terkenal dan sudah sering saya baca ini. Kali ini rasanya seperti baru pertama kali membaca dan tersadar bahwa ada hal yang belum selesai dalam diri saya dan harus saya lepaskan. Saya tahu benar, jauh di lubuk hati, saya pernah sa...
Komentar
Posting Komentar