draft 11/10/25

Dunia memaksa saya untuk belajar setiap hari. Bertahan hidup selagi masih diberi nafas kehidupan. Jika kematian itu datang, apakah yang akan dirasakan? Sebuah kebahagiaan ataukah permohonan agar diberi waktu lebih lama lagi untuk hidup, melihat, dan merasakan, hingga pada akhirnya menikmati.
Apa itu kematian? ke mana kita pergi setelah mati?
Argh- Pikiran saya kacau. Diksi saya berantakan. Apa yang harus saya lakukan ketika bosan? Membaca buku atau apa? Lagi-lagi semua ini rasanya seperti terpaksa. Hanya dalam menulis saya bisa merasakan kebebasan. Tentunya bukan tulisan ilmiah yang saya maksud. Logika saya melompat-lompat, tulisan ini pun nampaknya tidak jelas, terlalu abstrak, sulit dimengerti.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Lagi Terluka, Tapi Juga Belum Pulih

Muak

puisi orang gila